Pengertian Normalisasi Database
Tujuan Normalisasi Database adalah untuk menghilangkan dan mengurangi redudansi data dan tujuan yang kedua adalah memastikan dependensi data (Data berada pada tabel yang tepat).
Jika data dalam database tersebut belum di normalisasi maka akan terjadi 3 kemungkinan yang akan merugikan sistem secara keseluruhan.
Normalisasi adalah proses pengelompokan atribut data yang membentuk entitas sederhana, nonredundan, fleksibel, dan mudah beradaptasi, Sehingga dapat dipastikan bahwa database yang dibuat berkualitas baik.
Tahapan Normalisasi Database:
- Unnormalized Form (UNF)
Merupakan bentuk tidak normal berdarsarkan data yang diperoleh dan mengandung kerangkapan data. - First Normal Form (1NF)
Entitas yang atributnya memiliki tidak lebih dari satu nilai untuk contoh tunggal entitas tersebut. - Second Normal Form (2NF)Entitas yang atribut non-primary key-nya hanya tergantung pada full primary key.
- Third Normal Form (3NF)Entitas yang atribut non-primary key-nya tidak tergantung pada atribut nonprimary key yang lain.
- Boyce Code Normal Form (BCNF)Dilakukan remove multivalued dependent. BCNF terjadi jika masih terdapat anomaly pada bentuk 3NF dikarenakan relasi memiliki lebih dari satu candidate key.
- Fifth Normal Form (5NF)Tahapan ini dilakukan untuk mengatasi terjadinya join dependent pemecahan relasi menjadi dua sehingga relasi tersebut tidak dapat digabungkan kembali menjadi satu.
Contoh Normalisasi
Pengertian SQL
SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk menjalankan perintah manipulasi atau mengakses data pada database. SQL biasanya disebutnya sebagai Query, apakah SQL juga bisa digunakan untuk DBMS MySQL? tentu, semua DBMS didunia menggunakan perintah yang namakan SQL, istilah ini adalah umum untuk penamaan bahasa database.
SQL ini termasuk bahasa komputer yang mengikuti standar ISO dan ANSI (American National Standard Institute), dimana pertama kali ditetap dalam IBM pada tahun 1970, standar tersebut tidak bergantung pada mesin atau komputer yang digunakan. Pada umumnya semua perangkat lunak atau software database (DBMS) ini mengerti SQL atau mengenal SQL, sehingga perintah pada setiap perangkat lunak database hampir memiliki perintah yang sama.
Pada umumnya terdapat 3 (tiga) jenis perintah SQL yang bisa digunakan oleh SQL, yaitu: DDL (Data Definition Language), DML (Data Manipulation Language), dan DCL (Data Control Language). Berikut ini penjelasan dan daftar masing-masing perintah SQL tersebut:
DDL atau Data Definition Language
DDL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pendefinisian suatu struktur database, dalam hal ini database dan table. Beberapa perintah dasar yang termasuk DDL ini antara lain :
- CREATE
Seperti namanya, perintah create digunakan untuk membuat sesuatu, dalam hal ini adalah database dan table. - ALTER
Perintah alter digunakan untuk merubah struktur atau mengubah informasi. Perintah alter bisa digunakan untuk database ataupun table. - RENAME
Perintah rename biasanya digunakan untuk mengubah nama table, apabila sebuah table ingin diganti namanya. - DROP
Perintah drop digunakan untuk menghapus, maka apabila menggunakan perintah ini harus berhati-hati karena drop dapat mengakses database, tabel, kolom, index, procedure dan yang lainnya.
DML atau Data Manipulation Language
DML merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi atau pengolahan data atau record dalam table. Perintah SQL yang termasuk dalam DML antara lain:
- SELECT
Perintah select digunakan untuk menampilkan data-data yang ada didalam tabel pada suatu database. - INSERT
Perintah insert digunakan untuk menambahkan data pada tabel yang terdapat didalam database. - UPDATE
Update digunakan untuk mengubah data, atau memodifikasi data yang terdapat didalam tabel. - DELETE
Perintah delete digunakan untuk menghapus data atau record didalam table.
DCL atau Data Control Language
DCL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi user dan hak akses (priviledges). Perintah SQL yang termasuk dalam DCL antara lain :
- GRANT
Perintah grant digunakan untuk memberikan hak akses atau izin pada user di database untuk dapat mengakses database tersebut. Selain itu perintah grant juga dapat digunakan untuk menambahkan user atau pengguna baru di DBMS. - REVOKE
Perintah revoke adalah kebalikan dari perintah grant, perintah revoke digunakan untuk menghapus atau atau mencabut izin hak akses.
Penjelasan diatas hanya sebatas sebagian pengertian SQL dan perintah-perintah yang umumnya digunakan dalam mengakses atau memanipulasi database. Tulisan ini bisa digunakan sebagai bayangan apabila kita ingin belajar query database.
Contoh Tabel Kuliah
Contoh Tabel Barang

Command untuk membuat tabel tersebut:
-create database barang;
-use barang
-create table barang (id_barang int(10) not null, nama_barang varchar(20) not null, Harga int(20) not null);
-insert into barang (id_barang, nama_barang, harga) value (333,”T-shirt”,150000);
-insert into barang (id_barang, nama_barang, harga) value (444,”Jaket Hoodie”,450000);
-insert into barang (id_barang, nama_barang, harga) value (555,”Adidas Solar Glide”,1900000);
dan ketik “SELECT * FROM barang;” untuk menampilkan tabel barang.













